Showing posts with label oli mobil. Show all posts
Showing posts with label oli mobil. Show all posts

Monday, February 18, 2013

Efek Pemakaian Oli Aditif buat Mobil

Pemilik mobil sering tergiur dengan iklan-iklan yang ditawarkan oleh produsen oli aditif karena disebutkan dengan menggunakan aditif tersebut akan mendapat banyak keuntungan pada mesin mobilnya.
Tapi hati-hati pemakaian aditif dalam jangka waktu yang panjang ternyata tidak aman untuk mesin mobil. Karena pada kenyataannya menggunakan aditif akan menimbulkan kerak yang menumpuk pada sistem pelumas mesin.

Pemakaian aditif dalam waktu lama tidak aman karena biasanya akan menggumpal, walaupun dalam promosinya dikatakan akan mencair tapi kenyataannya tidak.

Juga pada mobil-mobil tertentu seperti pada mobil injection akan ada nozzle/injector yang mekanismenya sangat sensitif atau lubang pengabutan sangat halus. Ini yang mengakibatkan mobil terasa tidak enak untuk dikendarai. Kerak-kerak yang menggumpal akan masuk ke sistem tersebut.

Sebaiknya menjalankan service rutin saja sesuai yang disarankan oleh pabrikan mobil  maka akan aman dan tidak perlu menggunakan aditif segala macam.

Tuesday, February 12, 2013

Tips Agar Mobil Lolos Uji Emisi

Semua mobil sebenarnya memiliki kesempatan yang sama untuk menghasilkan sisa gas buang yang ramah lingkungan. Termasuk mobil dengan fuel system  yang masih menggunakan  karburator. Sebab, uji emisi diukur saat mesin dalam keadaan idle  (putaran mesin konstan). 

Secara prinsip, kalau perawatan mesin dilakukan dengan rutin, mobil berkarburator tak akan kesulitan untuk lulus uji emisi. 

Lulus tidaknya uji emisi sepenuhnya tergantung pada kondisi mesin. Semakin sehat maka semakin baik. Tidak ada faktor lain yang mempengaruhi pengujian ini, seperti rolling resistance,  atau nilai aerodinamika kendaraan, karena pengujian dilakukan dengan posisi mobil tidak berjalan. 

Untuk mengoptimalkan kinerja mesin, perhatikan beberapa komponen yang memiliki peran vital pada proses pembakaran. Diantaranya dengan memastikan kebersihan filter udara dan bensin selalu dalam keadaan optimal. Bersihkan atau kalau perlu ganti dengan yang baru jika sudah tak lagi maksimal kinerjanya.

Begitu juga dengan semua elemen pengapian. Busi, kabel busi, dan koil harus berada dalam kondisi fit. Sehingga menghasilkan ignition  yang sempurna.

Gunakan bahan bakar yang sesuai. Pakailah bensin seperti yang diminta oleh spesifikasi mesin mobil Anda. Sesuai dalam arti cocok dengan waktu pengapian dan perbandingan kompresi ruang bakar.

Beda kasusnya jika knalpot sudah mengeluarkan asap putih. Kemungkinan besar akibat ring  piston atau sil klep yang sudah bermasalah. Dan untuk merevitalisasinya harus dengan turun mesin (overhaul) demi mengganti komponen-komponen tersebut.

Mobil yang menggunakan karburator model vakum seperti Mitsubishi Kuda atau Suzuki Esteem 1.6 lebih susah untuk dikontrol emisinya. Tak lain karena rangkaian sistem yang diusung karburator vakum ini lebih sensitif dibanding model konvensional. Meski begitu, karburator vakum lebih mudah mengail tenaga mesin dibanding karburator biasa.

Terlepas optimalisasi komponen standar, ada perangkat tambahan yang efektif mengurangi emisi gas buang, yaitu air charger.  Alat ini memiliki prinsip dasar menambahkan volume udara di ruang bakar, dengan cara melakukan induksi udara melalui lubang di intake manifold. Efeknya tidak hanya membuat asap knalpot lebih bersih, tapi juga membuat performa mesin meningkat.

Namun ada konsekuensi lain pada aplikasi air charger,  yaitu mesin jadi lebih bergetar dibanding standar. Namun bagi mereka yang tidak sensitif, getaran tersebut nyaris tidak terasa karena kecil sekali.

Thursday, January 17, 2013

Tips "Darurat" Menerjang Banjir

Buat pengendara mobil yang terpaksa harus ke kantor atau ada urusan penting, kalau pun terpaksa harus mengandalkan kendaraan pribadi, kondisinya harus baik. Baik rem, mesin, dan keempat roda. Yang lebih penting lagi, harus menerjang genangan air di sejumlah titik. Inilah tips "darurat" saat melewati air.

Pengemudi harus mengatahui tingginya posisi saluran hisap (intake). Tujuannya, berkaitan dengan ketinggian air yang akan diterabas. Disarankan genangan air yang hendak dilewati tidak lebih tingginya dari 30 cm atau sekitar setengah pelek. Jika lebih dari itu,  air dengan mudah masuk ke ruang bakar melalui saluran isap (water hammer).
Makanya, penting diketahui ujung  dari intake yang biasanya  berada di dekat gril. Tapi, ada juga yang posisinya terletak di bagian bawah. Selain itu ada cara mengantisipasinya, copot belalai yang menempel di kotak filter udara. Biasanya diikat dengan pengunci (klem) yang bisa dilepas memakai obeng kembang atau kunci ukuran 8 atau 10. Setelah itu biarkan terlepas begitu saja. Dengan begitu intake akan menyedot udara dari posisi yang lebih tinggi.

Selain melepas belalai intake yang posisinya masih tergolong rendah, juga kendurkan pengunci rumah filter udara dan diganjal dengan kertas atau sedikit posisinya agar ada ruang udara masuk (lihat foto). Biarkan penutupnya (bagian atas rumah filter udara) tetap terpasang dengan mengunci beberapa bagian saja.Usahakan yang terbuka di bagian belakang dekat dinding pembatas ruang mesin dengan kabin.

Jangan lupa, setelah sampai tempat tujuan sambungkan lagi belalai dan sempurnakan penutup rumah filter udara dengan melepas ganjalan lalu kunci dengan benar.

Tuesday, January 15, 2013

Tips Aman Melakukan Perjalanan Malam dengan Mobil

Jika Anda berencana melakukan perjalanan ke luar kota dengan menggunakan kendaraan sendiri dan  melakukan perjalanan tersebut di malam hari. Nah, ada beberapa bekal yang perlu diperhatikan sebelum berkendara.
1. Bersihkan kaca, terutama jika kadar jamur yang menempel sudah cukup banyak apalagi di depan. Terlebih saat ini curah hujan sedang tinggi. Karena kondisi kaca berjamur yang terkena air dapat menghalangi pandangan akibat bias cahaya. Utamanya saat mendapat sorotan lampu baik dari mobil yang berlawanan arah maupun instalasi penerangan jalan.

2. Sesuaikan setelan lampu dengan standar pabrik. Jika sudah terlanjur dikutak-katik ada baiknya bawa ke bengkel resmi untuk minta dikembalikan ke posisi semula. Hal tersebut penting dilakukan karena bisa mempengaruhi jangkauan penyinaran lampu secara optimal.

3. Tidak dianjurkan menggunakan bohlam aksesoris (bukan rujukan pabrik). Apalagi menggunakan HID karena akan menimbulkan pantulan cahaya saat hujan atau berkabut. Fungsi lampu jadi berlawananan, bukannya menerangi tetapi menyilaukan.
4. Jika oli transmisi dan mesin  sudah mendekati dikuras, seumpama perjalanan jauh, sebaiknya diganti baru.

5. Periksa kondisi ban serep. Ada beberapa peralatan pendukung yang perlu dibawa seperti senter, sekring dan plas chamois.

6. Jika terjebak di kemacetan hingga berjam-jam, buka kaca setiap 4 jam sekali. Langkah tersebut berguna sirkulasi agar penumpang selalu mendapatkan udara segar dan tidak teracuni asap knalpot yang mungkin masuk ke dalam kabin.