Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Monday, May 27, 2013

Mahram Haram Dinikahi

Mahram adalah merupakan bagian dari keluarga yang berasal dari keluarga perempuan yang tidak boleh untuk dinikahi. Inilah yang dimaksud dengan pengertian mahram dalam islam. Sedangkan kata mahram dalam bahasa Arab artinya adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selamanya karena sebab keturunan, persusuan dan pernikahan dalam syariat Islam. Di Indonesia kita lebih mengenal dengan istilah muhrim.

Jenis kelompok mahram ini terbagi menjadi 3 kategori yaitu :
  1. Mahram karena nasab (keturunan).
  2. Mahram karena penyusuan.
  3. Mahram mushaharah (kekeluargaan kerena pernikahan).
Definisi mahram seperti apa yang telah diutarakan oleh Imam an-Nawawi yang termasuk dalam batasannya adalah setiap wanita yang haram untuk dinikahi selamanya, disebab sesuatu yang mubah, atau karena sebab statusnya yang haram. (Syarah Shahih Muslim, An-Nawawi, 9:105).

Golongan Mahram Yang Haram Dinikahi

Beberapa golongan orang yang termasuk haram dinikahi karena keturunan adalah sebagai berikut :
  • Ibu, nenek dan seterusnya ke atas baik dari jalur laki-laki maupun wanita
  • Anak perempuan (putri), cucu perempuan dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
  • Saudara perempuan sekandung, seayah atau seibu
  • Saudara perempuan bapak (bibi), saudara perempuan kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu
  • Saudara perempuan ibu (bibi), saudara perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu
  • Putri saudara perempuan (keponakan) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
  • Putri saudara laki-laki sekandung, seayah atau seibu (keponakan), cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
Dalil mengenai larangan menikahi wanita yang haram untuk dinikahi karena mahram jenis ini adalah Firman Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an yaitu QS. An-Nisa: 23 yang artinya :"Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan…".

Maksud dari larangan untuk menikahi mahram karena sebab saudara penyusuan adalah seorang wanita yang menyusui seorang anak menjadi mahram bagi anak susuannya, padahal air susu itu bukan miliknya melainkan milik suami yang telah menggaulinya sehingga memproduksi air susu.

Ini menunjukkan secara tanbih bahwa suaminya menjadi mahram bagi anak susuan tersebut. Kemudian penyebutan saudara susuan secara mutlak, berarti termasuk anak kandung dari ibu susu, anak kandung dari ayah susu, serta dua anak yang disusui oleh wanita yang sama.

Yang masuk dalam kelompok mahram karena sepersusuan.
  1. Wanita yang menyusui dan ibunya.
  2. Anak perempuan dari wanita yang menyusui (saudara persusuan).
  3. Saudara perempuan dari wanita yang menyusui (bibi persusuan).
  4. Anak perempuan dari anak perempuan dari wanita yang menysusui (anak dari saudara persusuan).
  5. Ibu dari suami dari wanita yang menyusui.
  6. Saudara perempuan dari suami dari wanita yang menyusui.
  7. Anak perempuan dari anak laki-laki dari wanita yang menyusui (anak dari saudara persusuan).
  8. Anak perempuan dari suami dari wanita yang menyusui.
  9. Istri lain dari suami dari wanita yang menyusui.(id.wikipedia.org)
Sedangkan yang masuk dalam kategori larangan dinikahi oleh karena sebab pernikahan adalah :
  • Ibu istri (ibu mertua), nenek istri dan seterusnya ke atas, meskipun hanya dengan akad.
  • Anak perempuan istri (anak tiri), jika si lelaki telah melakukan hubungan dengan ibunya.
  • Istri bapak (ibu tiri), istri kakek (nenek tiri), dan seterusnya ke atas.
  • Istri anak (menantu perempuan), istri cucu, dan seterusnya kebawah.

Thursday, April 11, 2013

Mensyukuri Nikmat Sehat Dalam Islam

Nikmat sehat dalam Islam adalah merupakan salah satu dari dua macam kenikmatan yang sering dilupakan oleh manusia yaitu nikmat sehat dan juga nikmat kelapangan waktu atau kesempatan. Hal ini tercentum dalam sebuah hadist Rasulullah SAW yaitu "Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengannya, yaitu kesehatan dan kesempatan". (HR.Bukhari dari Ibnu Abbas). Untuk itulah kita juga memerlukan pengetahuan akan bagaimana cara mensyukuri nikmat Allah termasuk dalam hal nikmat yang satu ini.

Nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia, merupakan pemberian yang terus menerus, dengan berbagai macam bentuk lahir dan batin. Hanya manusia sajalah yang kurang pandai dalam memelihara nikmat, sehingga ia merasa seolah-olah belum diberikan sesuatu pun oleh Allah. Disebabkan ia tidak bersyukur kepada Allah dan tidak merasakan bahwa Allah telah memberi kepadanya sangat banyak dari permintannya.

Cara Mensyukuri Nikmat Allah

Mensyukuri nikmat Allah adalah merupakan bagian dari bagian dari keimanan kita kepada Allah Ta'ala. Dan nikmat yang sangat besar bagi manusia adalah nikmat iman itu sendiri. Termasuk orang yang menyia-nyiakan nikmat Allah adalah orang yang menggunakan nikmat Allah tidak pada tempatnya, atau menggunakan nikmat Allah untuk kemaksiatan. Untuk itulah kita perlu mengetahui akan hakikat dan cara mensyukuri nikmat Allah atas limpahan karuniaNya atas diri kiri kita semuanya.

Kita seringkali baru merasakan akan berbagai macam kenikmatan hidup sehat adalah ketika kita sedang sakit. Dalam keadaan kita sakit itulah kita baru menyadari akan berbagai hal kenikmatan hidup ketika dalam keadaan badan dan tubuh yang sehat.

Ada beberapa hal yang berhubungan dengan cara mensyukuri nikmat sehat karunia dari Allah Ta'ala yaitu dengan cara :

Meyakini dalam hati bahwa nikmat yang diterima semata-mata pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Seorang yang beriman seharusnya tidak menisbatkan (mengarahkan sebab timbulnya) nikmat kepada kekuatan, kepintaran, keberaniannya, dan semisalnya. Sebagai contoh Nabi Sulaiman alahi salam tatkala singgasana Ratu Saba’ bisa didatangkan di hadapannya dalam tempo sekejap, maka beliau berkata: "Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya)." (QS. An-Naml: 40).

Memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala karunia-Nya.
Ini dilakukan dengan cara mengucapkan puji syukur dan menceritakannya secara lahir. Karena, dengan selalu mengingat dan menceritakan (bukan untuk kesombongan) pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mendorong untuk bersyukur. Hal itu karena manusia mempunyai tabiat menyukai orang yang berbuat baik kepadanya.

Menggunakan nikmat untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Salah satu bentuk realisasi kita terhadap mensyukuri nikmat Allah dan sehat ini adalah dengan berbuat taat dalam beribadah bukan malah sebaliknya yaitu untuk berbuat maksiat. Karena pada dasarnya hal ini adalah merealisasikan beragam amal shalih sebagai bentuk mensyukuri nikmat.

Memelihara Kesehatan Badan.
Cara menjaga kesehatan badan yaitu yaitu bisa dengan jalan antara lain tidak merokok dan tidak meminum – minuman keras beralkohol karena dalam hal kedua tersebut banyak mudharat dan akan menyebabkan gangguan kesehatan pada diri kita juga. Tidak berjudi yang ini adalah haram hukumnya yang dapat membuat seseorang menjadi salah satu dari penyebab stress dan juga pada akhirnya bisa menyebabkan penyakit stroke.

Mengatur Pola Makan, Istirahat dan Olahraga.
Cara kedua ini lebih mudah kita sebut dengan menjalankan pola hidup yang sehat. Karena dengan menjalankan pola hidup sehat akan bagian dari cara dan tips mensyukuri nikmat sehat dalam Islam yang bisa kita coba terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Menjaga Kebersihan.
Islam juga memberikan perhatian dalam rangka menjaga kesehatan dan mensyukuri nikmat sehat dengan adanya anjuran dan perintah menjaga kebersihan. “Annadha fatu minal iiman” kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman. Menjaga kebersihan adalah salah satu upaya untuk mencapai kesehatan dan bagian dari sekian banyak tips kesehatan. Dengan fisik yang sehat kita akan lebih khusyuk dalam ibadah, lebih fokus dalam bekerja-belajar, lebih siap mengemban amanah, lebih totalitas dalam mengerjakan segala sesuatunya.

Demikian beberapa cara tips mensyukuri nikmat Allah yang berupa kesehatan kepada kita semuanya. Dan semoga kita dijauhkan dari sifat kufur nikmat dan kita termasuk dalam hamba-hambaNya yang pandai mensyukuri berbaagai macam kenikmatan yang datangnya dari Allah.

Tuesday, March 26, 2013

Contoh Rasulullah Untuk Suami

Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah banyak memberikan keteladanan dalam kahidupan rumah tangga termasuk dalam memberikan teladan baik Rasulullah untuk suami. Dan suami hendaklah memberikan contoh yang baik bagi istri dan juga anak-anaknya. Termasuk dalam memberikan teladan baik kepada anak yang dicontohkan oleh seorang ayah dalam keluarga.

Untuk sebuah keteladan suami, Rasulullah SAW telah mengabarkan dalam sebuah hadist yang berbunyi :"Sebaik-baik kamu adalah orang yang terbaik buat kelauarganya, dan Aku adalah orang terbaik diantara kamu kepada keluargaku". (HR. Tirmidzi). Demikian dalil contoh Rasulullah untuk suami dalam sebuah kehidupan rumah tangga yang Islami.

Teladan Rasulullah Untuk Para Suami

Dalam kehidupan sehari-hari Rasulullah SAW memainkan semua peran kemanusian. Baginda Rasulullah adalah seorang suami yang mempunyai beberapa orang istri dan pendamping hidup. Di lain sisi Rasulullah SAW adalah juga berperan sebagai seorang ayah dari putra-putri beliau. Dan dalam bagian kenegaraan, Baginda adalah pemimpin dan kepala Negara yang bertugas mengatur rakyatnya dengan hukum-hukum yang datang dari Allah Ta'ala. Rasulullah Saw juga seorang Murabbi dan Muwajjih yang menjadi pelita bagi masyarakat luas dan juga para pengikutnya.

Hal paling utama dan berharga yang dipersembahkan para Rasul kepada manusia setelah penunjukan jalan hidayah Allah Ta'ala. Adalah mereka, para Rasul sebagai contoh teladan baik bagi yang meniti jalan menuju Allah dan jalan islami, agar orang beriman mengambil apa yang mereka contohkan dalam segenap urusan dan bidang. Baik dalam kehidupan dunia terlebih bagi kehidupan akherat nan kekal.

Contoh keteladan Rasulullah untuk para suami banyak terdapat dalam hadits dan kehidupan beliau berumah tangga. Cara bagaimana seorang suami dalam menggauli istri mereka dengan baik. Dan hal ini merupakan panduan umum bagi seorang suami bagaimana berbuat dan menggauli para istri sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dan juga tips membahagiakan istri yang perlu diketahui bersama.

Berbuat baik kepada istri mencakupi semua aspek, baik perlakuan, muamalah, perkataan, dan apapun yang melingkupi permasalahan dalam sebuah rumah tannga. Selain Rasulullah SAW juga telah menyuruh kaum lelaki agar berbuat baik kepada istri-istri mereka, Rasulullah menegaskan terlebih dahulu bahwa Baginda adalah orang terbaik dalam menggauli istri-istrinya. Untuk itulah keteladan Rasulullah ini harus kita ikuti.

Kita bisa melihat bagaimana Rasulullah memuliakan istri dan mendidik istri selama kehidupan beliau. Dan mendidik istri adalah juga merupakan kewajiban para suami yang merupakan seorang pemimpin dalam sebuah rumah.

Dalam Islam lemah lembut dalam berinteraksi dengan istri tentunya tanpa menghilangkan essensi dari pendidikan dan pembinaan. Seorang suami merupakan pemimpin sebuah keluarga salah satu kewajiban utamanya adalah memimpin dan menjaga keimanan elemen-elemen keluarga termasuk istri dan juga anak-anaknya pula. Sehingga lemah lembut dan memuliakan disini tetap dalam koridor pembinaan dan pendidikan keluarga, untuk bersama mencapai ketakwaan yang paripurna kepada Allah SWT.

Kewajiban suami dalam hubungannya dengan kehidupan akherat adalah menjaga seluruh anggota keluarga dari panasnya api neraka. Sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an surat At-Tahrim ayat 6 : "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Sehingga marilah kita bersama untuk memahami dan mengikuti contoh Rasulullah untuk para suami sehingga kehidupan rumah tangga akan berjalan sakinah, mawaddah dan warahmah aamiin..aamiin.

Sunday, February 3, 2013

Tips Membahagiakan Istri

Dalam sebuah kehidupan rumah tangga untuk sang suami tentunya impian dan harapan agar bisa membahagiakan istrinya. Baik dalam hal membuat bahagia istri dalam dunianya terlebih lagi membahagiakannya kelak di alam akherat nantinya. Berbagai macam cara tips membahagiakan istri juga bisa dipraktekkan agar kehidupan rumah tangga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Sedangkan tujuan utama Islam dalam pernikahan menyatukan laki-laki beriman dengan perempuan beriman dalam suatu pernikahan adalah agar dapat mencapai ketenangan,ketentraman dan kesuksesan hidup, mendapatkan keturunan yang baik, yang nantinya berjuang di jalan Allah untuk senantiasa mengangkat bendera kebenaran dan menyebarkan panji-panji keadilan dan kedamaian di muka bumi Allah ini.

cara tips membahagiakan istri.kiat membuat istri bahagia

Dalam menjalin bingkai-bingkai rumah tangga memanglah tidak mudah seperti halnya membalik telapak tangan. Seringkali menemui kendala dan hambatan dalam setiap perjalanannya sebuah keluarga. Kehidupan rumah tangga tidak seindah apa yang banyak dibayangkan anak muda sekarang yang semuanya indah dan menyenangkan bila hanya dibayangkan saja. Akan tetapi bila sebuah sebuah kehidupan rumah tangga yang dinaungi dalam Islam, akan senantiasa dalam ketentraman dan ketenangan.

Ada beberapa cara membahagiakan istri menurut islam dan berikut adalah beberapa diantaranya yaitu :
  1. Memperlihatkan wajah yang menyenangkan dan gembira tatkala bertemu dengan sang istri. Bisa dilakukan ketika pulang dari kerja masuk rumah dan mengucapkan salam lalu menebar senyuman kepada sang istri tercinta.
  2. Meluangkan waktu untuk bisa bercanda dan bercengkerama dengan sang istri tercinta. Hal inipun dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bercanda dan beramahtamah dengan istri beliau. Maka sebagai umatnya kita tentu harus mencontoh sunnah Rasulullah SAW dalam hal bercanda dan membuat bahagia istri. Dan ini pun termasuk dalam kiat membuat istri bahagia.
  3. Turut serta membantu pekerjaan rumah sang Istri. Walau dalam kesibukan mencari nafkah, tentu ada waktu-waktu luang seorang suami yang bisa digunakan untuk menolong serta membantu istri mengerjakan beberapa pekerjaan rumah tangga yang bisa dikerjakan oleh seorang suami. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta suami dan hubungan suami dan istri.
  4. Memberikan nafkah yang halal kepada istri. Memberikan nafkah bagi seorang suami adalah merupakan salah satu dari kewajiban suami terhadap istri. Bisa dikatakan hal ini adalah bentuk dukungan keuangan suami terhadap kehidupan dan kelangsungan sebuah rumah tangga yang sedang dijalin bersama. dan ini juga tips membahagiakan istri yang tidak boleh kita lupakan juga.
  5. Memberikan perhatian kepada istri. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, contohnya pada saat tanda akan melahirkan akan segera datang ketika sang istri sedang hamil tua. Istri sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar sang istri bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.
  6. Bersabar dan berlemah lembut kepada istri. Bisa mengendalikan terhadap marah serta amarah suami dan buatlah sang istri untuk bisa menghilangkan keragu-raguannya terhadap suami, dan nasehatilah dia ketika melakukan sebuah kesalahan. Tentunya dengan nasehat yang baik dan cara penyampaiannya yang bijaksana pula.
Demikian beberapa kiat islami membahagiakan istri yang bisa kita terapkan dalam kehidupan rumah tangga kita. Manusia tentunya tak pernah luput dari kesalahan dan juga dosa, saling melengkapi dalam sebuah hubungan suami istri tentunya akan bisa membahagaikan sebuah kehidupan rumah tangga yang Islami pula.

Wednesday, January 23, 2013

Keutamaan Silaturahmi

Silaturahmi adalah salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Karena dalam silaturahmi banyak terkandung akan berbagai hikmah silaturahmi dan juga keutamaan silaturahmi itu sendiri. Sebagai manusia yang dijadikan sebagai makhluk sosial tentunya berhubungan dengan manusia lainnya tak akan terlepas dalam kehidupan sehari-hari. Kita tak akan mungkin bisa hidup sendiri, karena kita akan selalu membutuhkan pertolongan orang lain.

Bersilaturahmi adalah merupakan satu dari akhlak seorang muslim. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi di dalam kitab-Nya yang mulia. Diantara firmanNya :"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS An Nisaa’ 4:1).

Keutamaan Hikmah Silaturahmi

Diantara keutamaan silaturahmi adalah sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadist yang berbunyi :"Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud).

Jadi diantara keutamaan silaturahmi adalah dipanjangkan umur pelakunya dan dilapangkan rizkinya. Maksud dalam artian dipanjangkan umurnya adalah keberkahan sepanjang umurnya dan juga kemudahan melakukan ketaatan dan menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat baginya di akhirat, serta terjaga dari kesia-siaan.

Silaturahmi merupakan salah satu tanda dan kewajiban iman. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits Abu Hurairah, beliau bersabda:"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahmi." (Mutafaqun ‘alaihi).

Hikmah keutamaan bersilaturahmi adalah mendapatkan rahmat dan kebaikan dari Allah Ta’ala. Hikmah silaturahmi adalah salah satu sebab penting masuk syurga dan dijauhkan dari api neraka. Sebagaimana sabda beliau Shallallahu’alaihi Wasallam yang artinya: "Dari Abu Ayub Al Anshari, beliau berkata, seorang berkata,"Wahai Rasulullah, beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga.” Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab,“Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan bersilaturahmi.” (Diriwayatkan oleh Jama’ah).

Jangan pula kita memutuskan silaturahmi. Karena apabila manusia memutuskan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah untuk dihubungkan. Maka ikatan sosial masyarakat akan hancur berantakan, kerusakan menyebar di setiap tempat, permusuhan terjadi dimana-mana, sifat egoisme muncul kepermukaan.

Sehingga setiap individu masyarakat menjalani hidup tanpa petunjuk, seorang tetangga tidak mengetahui hak tetangganya, seorang faqir merasakan penderitaan dan kelaparan sendirian karena tidak ada yang peduli. Untuk itulah marilah kita untuk saling mempererat tali silaturahmi diantara kita semuanya.

Tuesday, November 22, 2011

Rindu Pemimpin Sehebat Umar bin Khattab ra

Rindu Pemimpin Sehebat Umar bin Khattab ra

Sebagai sebuah agama, Islam rutin memproduksi tokoh dan ulama besar.Mereka dicintai rakyat, dikagumi kecerdasannya dan kepemimpinannya diabadikan sejarah.Goresan pena banyak menuliskan keteladanan, kezuhudan, dan gerakan perjuangan yang indah.Jadilah, dunia dipaksa mengakui indahnya pesoa Islam dan deretan kesuksesannya.

Salah satu pahlawan Islam adalah Umar bin Khattab ra.Seorang pemabuk dan rajin membunuh anak perempuan ketika masa jahiliyah.Sosok keras kepala, penuh ketegasan dan keberanian.Tapi dibalik semuanya, dirinya menyimpan sifat yang lemah lembut.
Ketika itu dirinya bermaksud menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membuat perhitungan.Ditengah perjalanan, seorang sahabat mencegahnya dan memintanya dirinya pulang.Sebab, adik perempuan Umar diketahui sudah memeluk agama Islam.

Mendengar perkataan itu, umar marah mendengarnya.Dia pulang ke rumah dan menjumpai adik perempuannya yang ketakutan melihat kedatangan kakaknya.Umar berusaha mengetahui apa yang disembunyikan adiknya. Terjadi pertengkaran, tangan Umar menampar adiknya sampai berdarah.

rindu pemimpin sehebat Umar bin Khattab ra, artikel Islami sehat kita semua

Kericuhan itu tidak lama berlangsung.Umar sadar telah melakukan kesalahan besar yang tidak pantas dilakukan seorang lelaki.Dia akhirnya menuruti keinginan adiknya berwudhu.Lantunan surat Thoha menyentuh relung kalbu keimanan Umar.Sejak saat itu, dirinya resmi masuk Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiahi gelar “Al-Faruq” (sang pembeda).Allah telah menempatkan kebenaran pada lisan dan hati Umar.Dialah mampu memberdakan yang hak dan yang batil.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, al-Hakim )

Kepemimpinan Umar

Dalam sejarah Islam, Umar bin Khattab menjadi Khalifah kedua pasca kematian salah satu sahabat terbaik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar r.a “sang manusia jujur”.Umar bin Khattab ketika diangkat sebagai pemimpin mengucapkan pidato fenomenal yaitu : “ Hai umat Muhammad ! Saya telah diangkat sebagai pemimpin kalian.Seandainya tidaklah didorong oleh harapam bahwa saya menjadi orang yang terbaik diantara kalian, orang yang terkuat bagi kalian, dan orang yang paling teguh mengurusi urusan-urusan kalian, tidaklah saya menerima jabatan ini.Sungguh berat bagi Umar, menunggu datangnya saat perhitungan.”

Memimpin di mata Umar bagaikan seorang pelayan yang siap dalam kondisi apa pun melayani kebutuhan rakyat.Pernah suatu kali dalam perjalanan keliling kota, Umar mendapati percakapan seorang ibu yang sedang memasak sesuatu untuk anaknya.Sang anak yang lapar berkata “Bu, sudah matang belum.Perutku lapar.”Penuh kelembutan seorang ibu, dirinya menjawab “Sabar ya nak, mudah-mudahan sebentar lagi matang.”

Umar mendekati sang ibu alangkah terkejut dirinya melihat apa yang dimasak sang ibu.Sebuah batu dimasak tanpa kejelasan entah sampai kapan akan matang.”Sungguh terlalu aku sebagai kalifah membiarkan rakyat kelaparan.” Ujar hati nuraninya.
Hatinya terusik.Seketika umar meminta sang ibu menunggu dirinya mengambil makanan.Setelah menunggu cukup lama, Umar datang memanggul sendiri sekarung tepung dan gandum dan makanan lainnya.

Point Pentingnya...
Kita sekarang menunggu manusia sekualitas Umar dalam memimpin bangsa yang dilanda kekisruhan moralitas dan krisi multidimensi.Bangsa (Indonesia) yang dulu dibanggakan dunia.Mayoritas Islam dan dikenal karena keramahannya.Sekarang Indonesia sedang sakit, diserang berbagi paham yang merusak dan meminggirkan Islam dalam berbagai sendi kehidupan.

Sekarang satu yang pasti, masyarakat Indonesia tidak boleh berhenti berharap.Percayalah harapan itu masih ada, kesempatan menyadarkan pemimpin jangan sampai tergerus.Allah akan memberikan berjuta pahala kepada hamba yang mau berjuang menyadarkan pemimpinnya.

Sumber : http://www.islamedia.web.id/2011/10/merindukan-pemimpin-sehebat-umar.html

Saturday, November 5, 2011

Mencintai Kaum Dhuafa

Mencintai Kaum Dhuafa
Alhamdulillah hari ini kita umat Islam sedang merayakan Hari Raya Idhul Adha 1432 H.Banyak kaum muslim yang setelah menunaikan shalat Ied lalu yang berkorban mendatangi ke masjid-masjid dan surau-surau untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban dan nantinya daging-daging itu dibagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan termasuk di dalamnya adalah kaum dhuafa. Dan diantara bagian dari kaum dhuafa ini adalah anak-anak gelandangan, maka postingan kita kali akan akan sedikit membahas mengenai hal ini.

Perjalanan hidup ini berliku-liku.Pasang surut.Terkadang terasa enak namun juga kadang terasa tidak enak.Akan tetapi semua rasa itu tergantung bagaimana kita menyikapinya.Seperti tatkala menyaksikan anak-anak gelandangan yang seringkali kita lihat bertebaran di pinggir jalan, kalau pola pikir kita bermuatan ‘negatif’, maka kita akan melihat ‘sampah-sampah’ berkeliaran yang hanya membuat sesak di muka bumi ini.

Namun, jika muatan pola pikir kita positif, maka kita akan berfikir, kasihan akan nasib mereka yang tidak seberuntung kita.Kemudian kita akan mencari-cari cara bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah mereka agar menjadi layaknya seorang manusia.


Dan diantaranya tandanya mencintai kaum dhuafa adalah kita akan menyisihkan sedikit rejeki yang kita dapatkan buat mereka.Sebab sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan ‘modal’ berupa kesehatan sehingga kita bisa bekerja, lalu Allah pula lah yang telah mengaruniakan hasil yang baik dari pekerjaan kita ini.

Penduduk Indonesia ini bejumlah kurang lebih 220 juta lebih.Katakan saja umat Islam di Indonesia negeri kita tercinta ini berjumlah 150 juta jiwa.kalau seandainya semua umat Islam di Indonesia mau menyisihkan 200 rupiah saja buat fakir miskin maka Indonesia telah mampu mengimpulkan uang 1,5 milyar dalam sehari.Bagaimana jika seminggu ? Setahun ? tentunya akan banyak sekali jumlahnya.Dan Indonesia akan menjadi negeri yang makmur.

Semoga dengan semangat berkurban kita akan lebih peduli lagi kepada saudara-saudara kita yang masih kurang beruntung ini.Mari kita implementasikan semangat berbagi ini dihari-hari yang akan datang dan bukan hanya pas hari raya Qurban saja.
Lalu bagaimana dengan pendapat sobat-sobat semua...Silakan memberikan pandangan atau pun komentarnya ya sobat...Terima kasih

Saturday, October 8, 2011

Hikmah Sakit

Hikmah Sakit -- Setelah kita terakhir memposting mengenai Tanda Awal Penyakit Jantung Bocor Pada Anak maka kita akan sedikit belajar mengenai hikmah sakit .Postingan ini adalah merupakan postingan yang berkelanjutan dan menyambung postingan yang awal mengenai Sehat Adalah Lebih Baik Daripada Kaya .

Sakit merupakan sesuatu hal yang seringkali menimpa setiap makhluk hidup di muka bumi ini, tak terkecuali kita sebagai manusia.Sehat, sakit, gembira, sedih adalah saat-saat yang tiap kali berganti.Seringkali kita baru merasakan betapa nikmatnya sehat adalah di kala kita mengalami apa yang dinamakan dengan sakit.Hidup kita ini tidak terlepas dari cobaan serta ujian, bahkan cobaan dan ujian dalam hal ini sakit merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya.

Syukur ketika mendapatkan kebaikan dan kesenangan adalah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan tetapi bersabar ketika mendapatkan musibah atau sakit adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan. Hal itulah yang akan membedakan tingkat keimanan seseorang. Semakin besar ujian yang diterima dan dia dapat bersabar maka semakin tinggi pula derajat seseorang.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam salah satu sabdanya pernah mengatakan : “Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.”
(HR Muslim)


Berikut beberapa Hikmah Sakit :

Sakit adalah penggugur dosa-dosa hamba-Nya.
Penyakit yang diderita seorang hamba menjadi sebab diampuninya dosa yang telah dilakukan termasuk dosa-dosa setiap anggota tubuh.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Setiap getaran pembuluh darah dan mata adalah karena dosa. Sedangkan yang dihilangkan Allah dari perbuatan itu lebih banyak lagi.”
(HR. Tabrani).

Sakit atau pun penyakit adalah salah satu sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan baik itu dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuh kita. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah kita dilakukan.
Hal ini disampaikan pula oleh Rasulullah dalam salah satu sabdanya pula yaitu : "Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya."
(HR. Muslim)

Orang sakit yang mau bersabar akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan."
(HR. Muslim )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya."
(HR. Muslim)

Selalu ingat pada Allah Subhanahu Wa Ta'la.
Dalam kondisi sakit akan membuat kita merasa benar-benar lemah, tidak berdaya sehingga kita akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah Ta'al, Dzat yang mungkin telah kita lalaikan selama ini. Kepasrahan ini pula yang menuntun kita untuk bertobat atas segala dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah benyak kita lakukan.

Selalu mengingat nikmat Allah
Sakit membuat orang tahu manfaat sehat . Tidak jarang orang merasakan nikmat justru ketika sakit. Begitu banyak nikmat Allah yang selama ini lalai untuk ia syukuri. Bagi orang yang banyak bersyukur dalam sakit, ia akan memperoleh nikmat.Dengan sakit yang menimpa seseorang akan mengembalikan dirinya yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya.

Semoga dengan beberapa hikmah sakit di atas akan lebih mendekatkan diri kita kepada Allah Ta'ala bahwasannya kita adalah makhluk-Nya yang lemah dan seringkali lalai dalam mensyukuri nikmat sehat yang telah Allah anugerahkan kepada kita semua.

Terima kasih sahabat telah membaca artikel mengenai hikmah sakit dan semoga bermanfaat.

Sunday, September 18, 2011

Hikmah di Balik Peritiwa 11 September 2001

Hikmah di Balik Peristiwa 11 September 2001.Meskipun sentimen anti Islam pasca tragedi 11 September terus meningkat di Amerika Serikat, namun tak menyurutkan warganya untuk mengenal dan jatuh hati kepada Islam.Menurut laporan TV P, setiap tahun rata-rata 20 ribu warga AS menjadi muallaf.

Pakar sejarah Islam dan hubungan Islam-Nasrani dari Georgetown University, Yvonne Haddad, mengatakan peluang Islam menjadi agama masyarakat Amerika Serikat sangat terbuka,”Kelak Islam akan menjadi agama Masyarakat AS.” Ujar Haddad, saat berdiskusi bersama Mahasiswa Princenton University,s seperti dikutip New Jersey.
Haddad optimis, muslim akan menjadi bagian dari masyarakat AS.Menurutnya, tanda-tanda itu sudah terlihat jelas, ketika masyarakat AS mulai menerima eksistensi umat Islam.Ia melihat titik balik penerimaan Islam di AS tidak terlepas dari tragedi 11 September 2001.

Haddad menjelaskan, setelah tragedi 11 September , masjid dari berbagai negara bagian di AS mulai memprioritaskan pemberian pengetahuan tentang Islam dan muslim kepada remaja AS.Menurut Haddad, dimasa lalu masyarakat AS masih dilanda trauma berat hingga jalinan dialog tidak berjalan,Setelah itu, muslim AS mempunyai cara istimewa untuk merangkul masyarakat AS,dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk datang dan melihat secara langsung Islam lebih dekat.



Nama Islam mungkin masih terasa asing bagi sebagian besar warga AS.Hal ini terungkap saat American Muslim Council (AMC) melakukan wawancara yang direkam melalui video.”Islam ?Saya...tidak tahu,” kata seorang pria sambil tersenyum.Sedangkan seorang pria menjawab,”Setahu saya Islam adalah agamanya orang Israel.”

Direktur AMC Aly R Abuzaakouk mengakui, bahwa Islam masih asing di mata masyarakat AS.Sejak tragedi 11 September 2001, mereka seolah baru menyadari keberadaan agama ini di lingkungan mereka.Buku-buku tentang Islam banyak terjual di mana-mana.Orang memburunya.Namun bagi Abuzaakouk sisi positifnya tentu lebih banyak.

Tingginya minat terhadap Islam setelah tragedi 11 September diakui pula oleh Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relation (CAIR), Dr Nihad Awad.”Buku yang paling laris dijual saat itu adalah buku tentang Islam, termasuk Al-Qur’an.Ini menarik sekali.Untuk pertama kalinya ribuan warga Amerika menginjakkan kaki di masjid.Mereka lebih tertarik untuk mengetahui Islam namun sayangnya mereka banyak dikelilingi oleh opini media”kata Awad.

Salah satu hikmah di balik tragedi tersebut adalah banyaknya berita tentang Islam di sejumlah media.Jumlahnya bahkan jauh lebih banyak-bahkan jika dibandingkan sejak bangsa ini (AS) berdiri 200 tahun yang lalu.Kini banyak orang Amerika yang ingin lebih tahu lebih banyak mengenal Islam.

Fenomena menarik lainnya diungkap aktivis LSM asal Irak.Menurutnya, ada peningkatan jumlah orang yang memeluk agama Islam sejak 11 September 2001.”Sebelum 11 September, ada enam ribu orang yang masuk Islam setiap tahunnya.Setelah tragedi itu, kini jumlahnya meningkat jadi 20 ribuan dalam beberapa bulan saja,”ujarnya.

Terima kasih sahabat telah membaca artikel mengenai : Hikmah di Balik Peritiwa 11 September 2001

Sumber : Buletin Adz Dzikro ( Menjadi Sahabat Al-Qur’an) edisi 209. Syawal 1432 H-September 2011

Monday, August 29, 2011

Silaturahmi Syawal

Bismillah...

Alhamdulillah kita masih senantiasa diberikan keimanan dan kesehatan sehingga kita Insya Allah akan menyongsong fajar 1 Syawal 1432 H esok hari sahabat.Selama hampir 1 bulan kita melakukan serangkaian ibadah yang telah ada dalam tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah,Dan esok hari adalah hari nan fitri.

Berkenaan dengan hal itu sahabat semua, saya mengucap Selamat Hari Raya 1432 H dan saya pribadi memohon maaf lahir dan batin kalau selama dalam aktifitas dunia maya ini banyak salah dan khilaf baik itu disengaja dan tidak sengaja mohon untuk diikhlaskan sahabat.


Dan salah satu yang tidak boleh dilupakan dan juga nanti akan kita laksanakan adalah aktivitas yang khas di bulan Syawal (khususnya di moment Idul Fithri) adalah saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Moment tersebut memang moment terbaik untuk saling mengunjungi, apalagi mengunjungi orang tua dan kerabat karena waktu senggang dan seluruh keluarga dekat bisa mudah ditemui adalah pada waktu tersebut. Dan sungguh saling mengunjungi silaturahmi ini memiliki keutamaan yang besar dari sisi pahala dan umur yang berkah, di samping dapat memupuk dan melanggengkan kasih sayang.

Untuk itu sahabat, marilah kita untuk memanfaatkan waktu Syawal nanti untuk bisa bersilaturahmi kepada orang tua kita, saudara-saudara kita, kerabat, sahabat. teman karena memang dalam hal pergaulan antar sesama manusia maka kita tidak terluput dari yang namanya salah dan khilaf sahabat.Terlebih kepada orang tua kita yang telah mendidik kita sampai menjadi diri kita sekarang ini.Marilah sejenak kita manfaatkan waktu tersebut untuk bersimpuh kepada orang tua kita dan meminta maaf atas segala kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat...

Semoga setelah kita mendapatkan latihan selama 1 bulan kemarin dan berakhir dengan Idul Fitri 1432 H ini akan bermanfaat bagi kita khususnya adalah dalam rangka usaha mendekatkan diri kita ini kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala aamiin

Terima kasih sahabat telah membaca artikel : Silaturahmi Syawal

Wednesday, August 24, 2011

Fenomena Akhir Ramadhan Di Indonesia

Bismillah

Fenomena Akhir Ramadhan Di Indonesia.Alhamdulillah kita telah menginjak Ramadhan hari ke 24 di tahun ini sahabat.Tidak lama lagi kita akan menemui Hari Raya Id yang Insya Allah kurang 5 atau 6 hari lagi nanti.Tinggal menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah.Setelah kemarin kita memposting mengenai Bila Buah Hati Takut Kecoa dan juga tentang AsKep Inkontinensia Urine maka pagi ini sedikit membahas mengenai Fenomena Akhir Ramadhan Di Indonesia.


Di hari-hari pertama ramadhan, dengan antusias dan semangat para umat muslim di Indonesia tercinta ini dengan semangatnya berbondong-bondong mendatangi masjid atau mushola untuk menjalankan shalat tarawih. Sampai-sampai ruangan masjid atau mushola tidak cukup sehingga harus ditambah di halaman masjid atau mushola agar para jamaah shalat tarawih bisa ikut shalat bersama.Tetapi justru mendekati akhir-akhir Ramadhan ini yang kita dapati masjid-masjid yang tadinya penuh sesak jamaah sekarang hanya tinggal beberapa baris shaf saja.

Bulan Ramadhan itu kata Ustadz ibarat sebuah kompetisi di mana semakin menjelang akhir kompetisi para peserta yang masih bertahan semakin sedikit, ibaratnya yang tersisa adalah para jawara-jawaranya, begitu juga bulan ramadhan ini yang masih tetap bertahan dan masih istiqomah niatnya mencari ridha Allah adalah umat pilihan yang benar-benar niatnya ikhlas mencari ridha Allah Ta'ala.

Yang kita jumpai malah para jamaah yang tadinya awal ramadhan memenuhi masjid-masjid, mushola-mushola sekarang berpindah ke mall-mall untuk berburu barang untuk persiapan Hari Raya dan kebutuhan lain dalam rangka hari raya.


Justru bila kita mengetahui akan keutamaan sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan tentunya akan terjadi kebalikan dari fenomena tersebut di atas.Yang akan penuh justru masjid-masjid dan mushola.Kapan Ya Indonesia akan seperti itu...?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terlihat lebih rajin di akhir Ramadhan lebih dari hari-hari lainnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits : "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya."
(HR. Muslim no. 1175)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi contoh dengan memperbanyak ibadahnya saat sepuluh hari terakhir Ramadhan. Untuk maksud tersebut beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai menjauhi istri-istri beliau dari berhubungan intim. Beliau pun tidak lupa mendorong keluarganya dengan membangunkan mereka untuk melakukan ketaatan pada malam sepuluh hari terakhir Ramadhan.
"Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya."
(HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Akhir Ramadhan juga ada Malam Lailatul Qadar.Sudah selayaknya kaum muslimin untuk bertambah semangat di sepertiga akhir ramadhan daripada sebelumnya karena adanya malam lailatul qadar dalam salah satu malam dari sepuluh malam terakhir Ramadhan
Allah Ta'ala berfirman :"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
(QS. Al Qadar: 3)
Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemuliaan. Telah terdapat keutamaan yang besar bagi orang yang menghidupkan malam tersebut.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."
(HR. Bukhari no. 1901)

Itulah sedikit mengenaiFenomena Akhir Ramadhan Di Indonesia di negeri kita tercinta ini.Masih ada sisa-sisa akhir Ramadhan yang belum kita lalui sahabat. Semoga kita dimudahkan Allah Ta'ala untuk memperoleh malam kemuliaan dan fadhilah-fadhilah amalan di akhir Ramadhan ini.
Semoga jadi bahan renungan kita dan semoga bermanfaat sahabat.

Terima kasih sahabat telah membaca artikel : Fenomena Akhir Ramadhan Di Indonesia





Tuesday, August 2, 2011

Adab, Hikmah dan Kewajiban Puasa Ramadhan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillah...

Alhamdulillah pagi hari yang cerah ini selepas sholat Subuh di hari ketiga Ramadhan tahun 1432 H kita masih diberikan keimanan serta kesehatan sehingga kita Insya Allah pada hari ini masih menjalankan kewajiban kita sebagai Mukmin untuk menjalankan ibadah Shaum Ramadhan.

Terima kasih saya sampaikan kepada sahabat berdua dan hari ini kita akan memposting yang masih erat hubungannya dengan ramadhan, karena memang kita masih dalam nuansa Ramadhan dan semoga bermanfaat bagi kita semua.Postingan ini saya dapatkan dari artikel Al Wala’ Wal Bara’ dan berjudul Adab, Hikmah dan Kewajiban Puasa Ramadhan.
Selamat Menyimak sahabat...

Adab, Hikmah dan Kewajiban Puasa Ramadhan.

Kewajiban Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan adalah suatu kewajiban yang jelas yang termaktub dalam Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya dan ijma’ kaum muslimin. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur."
(Al-Baqarah:183-185)


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):"Islam dibangun di atas lima hal: bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan haji ke Baitullah."
(Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu ‘Umar)

Sementara itu kaum muslimin bersepakat akan wajibnya puasa Ramadhan. Maka barangsiapa yang mengingkari kewajiban puasa Ramadhan, berarti dia telah murtad dan kafir, harus disuruh bertaubat. Kalau mau bertaubat dan mau mengakui kewajiban syari’at tadi maka dia itu muslim kembali. Jika tidak, dia harus dibunuh karena kekafirannya.

Puasa Ramadhan diwajibkan mulai pada tahun kedua hijriyyah. Ini berarti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat melakukannya selama sembilan kali.

Puasa Ramadhan wajib bagi setiap muslim yang telah ‘aqil baligh dan berakal sehat. Maka puasa tidak wajib bagi orang kafir dan tidak akan diterima pahalanya jika ada yang melakukannya sampai dia masuk Islam. Puasa juga tidak wajib bagi anak kecil sampai dia ‘aqil baligh. ‘Aqil balighnya ini diketahui ketika dia telah masuk usia 15 tahun atau tumbuh rambut kemaluannya atau keluar air mani (sperma) ketika bermimpi.

Ini bagi anak laki-laki, sementara bagi anak wanita ditandai dengan haidh (menstruasi). Maka jika seorang anak telah mendapati tanda-tanda ini, maka dia telah ‘aqil baligh.

Akan tetapi dalam rangka sebagai latihan dan pembiasaan, sebaiknya seorang anak (yang belum baligh -pent) disuruh untuk berpuasa, jika kuat dan tidak membahayakannya.

Puasa juga tidak wajib bagi orang yang kehilangan akal, baik itu karena gila atau penyakit syaraf atau sebab lainnya. Berkenaan dengan inilah jika ada orang yang telah menginjak dewasa namun masih tetap idiot dan tidak berakal sehat, maka tidak wajib baginya berpuasa dan tidak pula menggantinya dengan membayar fidyah.


Hikmah dan Manfaat Puasa

Shaum (puasa) yang disyari’atkan dan difardhukan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya mempunyai hikmah dan manfaat yang banyak sekali. Di antara hikmah puasa adalah bahwasanya puasa itu merupakan ibadah yang bisa digunakan seorang hamba untuk bertaqarrub kepada Allah dengan meninggalkan kesenangan-kesenangan dunianya seperti makan, minum dan menggauli istri dalam rangka untuk mendapatkan ridha Rabbnya dan keberuntungan di kampung kemuliaan
(yaitu kampung akhirat -pent).

Dengan puasa ini jelas bahwa seorang hamba akan lebih mementingkan kehendak Rabbnya daripada kesenangan-kesenangan pribadinya. Lebih cinta kampung akhirat daripada kehidupan dunia.

Hikmah puasa yang lain adalah bahwa puasa adalah sarana untuk menghadapi derajat takwa apabila seseorang melakukannya dengan sesungguhnya (sesuai dengan syari’at). Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."
(Al-Baqarah:183)

Orang yang berpuasa berarti diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah, yakni dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Inilah tujuan agung dari disyari’atkannya puasa. Jadi bukan hanya sekedar melatih untuk meninggalkan makan, minum dan menggauli istri.

Apabila kita membaca ayat tersebut, maka tentulah kita mengetahui apa hikmah diwajibkannya puasa, yakni takwa dan menghambakan diri kepada Allah.

Adapun takwa adalah meninggalkan keharaman-keharaman, dan kata takwa ini ketika dimutlakkan (penggunaannya) maka mengandung makna mengerjakan perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):"Barangsiapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap amalan dia meninggalkan makanan dan minumannya."
(HR. Al-Bukhariy no.1903)

Berdasarkan dalil ini, maka diperintahkan dengan kuat terhadap setiap orang yang berpuasa untuk mengerjakan segala kewajiban, demikian juga menjauhi hal-hal yang diharamkan baik berupa perkataan maupun perbuatan, maka tidak boleh mencela, ghibah (menggunjing orang lain), berdusta, mengadu domba antar mereka, menjual barang dagangan yang haram, mendengarkan apa saja yang haram untuk didengarkan seperti lagu-lagu, musik ataupun nasyid, yang itu semuanya dapat melalaikan dari ketaatan kepada Allah, serta menjauhi segala bentuk keharaman lainnya.

Apabila seseorang mengerjakan semuanya itu dalam satu bulan penuh dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah maka itu akan memudahkannya kelak untuk istiqamah di bulan-bulan tersisa lainnya dalam tahun tersebut.

Akan tetapi betapa sedihnya, kebanyakan orang yang berpuasa tidak membedakan antara hari puasanya dengan hari berbukanya, mereka tetap menjalani kebiasaan yang biasa mereka lakukan yakni meninggalkan kewajiban-kewajiban dan mengerjakan keharaman-keharaman, mereka tidak merasakan keagungan dan kehormatan puasa.

Perbuatan ini memang tidak membatalkan puasa tetapi mengurangi pahalanya, bahkan seringkali perbuatan-perbuatan tersebut merusak pahala puasa sehingga hilanglah pahalanya.

Hikmah puasa yang lainnya adalah seorang kaya akan mengetahui nilai nikmat Allah dengan kekayaannya itu di mana Allah telah memudahkan baginya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, seperti makan, minum dan menikah serta apa saja yang dibolehkan oleh Allah secara syar’i. Allah telah memudahkan baginya untuk itu. Maka dengan begitu ia akan bersyukur kepada Rabbnya atas karunia nikmat ini dan mengingat saudaranya yang miskin, yang ternyata tidak dimudahkan untuk mendapatkannya. Dengan begitu ia akan berderma kepadanya dalam bentuk shadaqah dan perbuatan yang baik lainnya.

Di antara hikmah puasa juga adalah melatih seseorang untuk menguasai dan berdisiplin dalam mengatur jiwanya. Sehingga ia akan mampu memimpin jiwanya untuk meraih kebahagiaan dan kebaikannya di dunia dan di akhirat serta menjauhi sifat kebinatangan.

Puasa juga mengandung berbagai macam manfaat kesehatan yang direalisasikan dengan mengurangi makan dan mengistirahatkan alat pencernaan pada waktu-waktu tertentu serta mengurangi kolesterol yang jika terlalu banyak akan membahayakan tubuh. Juga manfaat lainnya dari puasa sangat banyak.


Adab-adab Berpuasa

  1. Bahwasanya wajib bagi seorang muslim untuk berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah semata, bukan karena riya`, sum’ah, taqlid kepada manusia, mengikuti keluarganya atau penduduk negerinya bahkan wajib baginya bahwa yang membawanya berpuasa adalah keimanannya bahwasanya Allah telah mewajibkan puasa tersebut kepadanya dan mengharap pahala di sisi-Nya dalam melaksanakan puasa tersebut. Demikian juga shalat malam di bulan Ramadhan (shalat tarawih -pent), hendaklah bagi seorang muslim untuk mengerjakannya karena penuh keimanan dan mengharap pahala kepada-Nya, karena inilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yanga artinya): "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala kepada Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa yang shalat di malam harinya (shalat tarawih) karena iman dan mengharap pahala kepada-Nya maka diampuni dosanya yang telah lalu dan barangsiapa yang shalat malam bertepatan dengan datangnya lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala kepada-Nya maka diampuni dosanya yang telah lalu." 
  2.  Termasuk adab terpenting dalam berpuasa adalah membiasakan diri kita bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesuai dengan firman Allah (yang artinya):"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (Al-Baqarah:183). Sesuai pula dengan sabda Nabi (yang artinya):"Barangsiapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap amalan dia meninggalkan makanan dan minumannya." (HR. Al-Bukhariy no.1903)
  3.  Menjauhi apa yang diharamkan Allah berupa kebohongan, mencela, mencaci, menipu, khianat, melihat sesuatu yang haram seperti melihat lawan jenisnya yang bukan mahramnya, mendengarkan hal yang haram seperti musik, nyanyian, mendengarkan ghibah, ucapan dusta dan sejenisnya, serta perbuatan haram lainnya yang harus dijauhi oleh orang yang sedang berpuasa dan selainnya, akan tetapi terhadap orang yang puasa lebih dikuatkan perintahnya.
  4. Memperbanyak shadaqah, amal kebaikan, berbuat baik kepada orang lain, terutama di bulan Ramadhan. Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan tatkala Jibril menjumpainya untuk bertadarrus Al-Qur`an. (Lihat HR. Al-Bukhariy no.1902)
  5. Makan sahur dan mengakhirkannya, sesuai sabda Nabi (yang artinya): "Makan sahurlah kalian karena di dalam sahur ada barakah." (HR. Al-Bukhariy no.1923 dan Muslim no.1095)
  6. Berbuka puasa dengan ruthab (kurma yang sudah matang), jika tidak didapatkan boleh dengan tamr (kurma yang belum sampai ruthab), jika itupun tidak diperoleh maka dengan air, menyegerakan berbuka tatkala telah jelas benar tenggelamnya matahari, berdasarkan sabda Nabi (yang artinya): "Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa." (Muttafaqun ‘alaih dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy)

Diambil dari kitab Fataawash Shiyaam karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Fataawash Shiyaam karya Asy-Syaikh Ibnu Baz dan lain-lain serta kitab Fataawal ‘Aqiidah wa Arkaanil Islaam karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dengan beberapa perubahan

Wallaahu A’lam.

Sumber : Buletin Al Wala’ Wal Bara’
Edisi ke-47 Tahun ke-2 / 15 Oktober 2004 M / 01 Ramadhan 1425 H

Monday, July 11, 2011

Sehat Adalah Lebih Baik Daripada Kaya

Sebagian orang mungkin merasakan penuh kesusahan tatkala ia kekurangan harta atau punya banyak hutang sehingga membawa pikiran dan tidur tak nyenyak. Padahal ia masih diberi kesehatan, masih kuat beraktivitas. Juga ia masih semangat untuk beribadah dan melakukan ketaatan lainnya. Perlu diketahui bahwa nikmat sehat itu sebenarnya lebih baik dari nikmat kaya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ

“Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.”
(HR. Ibnu Majah no. 2141 dan Ahmad 4/69, shahih kata Syaikh Al Albani)


ORANG KAYA LAGI BERTAKWA

As Suyuthi rahimahullah menjelaskan bahwa orang kaya namun tidak bertakwa maka akan binasa karena ia akan mengumpulkan harta yang bukan haknya dan akan menghalangi yang bukan haknya serta meletakkan harta tersebut bukan pada tempatnya. Jika orang kaya itu bertakwa maka tidak ada kekhawatiran seperti tadi, bahkan yang datang adalah kebaikan.

Benarlah kata Imam As Suyuthi. Orang yang kaya namun tidak bertakwa akan memanfaatkan harta semaunya saja, tidak bisa memilih manakah jalan kebaikan untuk penyaluran harta tersebut. Akhirnya harta tersebut dihamburkan foya-foya.

Hadits di atas juga menunjukkan bahwa tidak mengapa seorang muslim itu kaya asalkan bertakwa, tahu manakah yang halal dan haram, ia mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram. Terdapat hadits dari Jabir bin ‘Abdillah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

"Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram."
(HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).

SEHAT BAGI ORANG YANG BERTAKWA

Sehat bagi orang bertakwa lebih baik daripada kaya harta. Karena kata para ulama bahwa sehatnya jasad bisa menolong dalam beribadah. Jadi sehat sungguh nikmat yang luar biasa. Sedangkan orang yang sudah kepayahan dan tua renta akan menghalanginya dari ibadah, walaupun ia memiliki harta yang melimpah. Jadi sehat itu lebih baik dari kaya karena orang yang kaya sedangkan ia dalam keadaan lemah (sudah termakan usia) tidak jauh beda dengan mayit.

Sungguh mahal untuk membayar ginjal agar bisa berfungsi baik. Banyak harta yang mesti dikeluarkan agar paru-paru dapat bekerja seperti sedia kala. Agar lambung bekerja normal, itu pun butuh biaya yang tidak sedikit. Namun terkadang agar organ-organ tubuh tadi bisa bekerja dengan baik seperti sedia kala tidak bisa diganti dengan uang. Di kala organ tubuh yang ada itu sehat, mari kita manfaatkan dalam ketaatan. Jangan sampai ketika datang sakit atau organ tersebut tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya, baru kita menyesal.

Rajin bersyukurlah pada Allah tatkala diberi kesehatan walaupun mungkin harta pas-pasan. Rajin-rajinlah bersyukur dengan gemar lakukan ketaatan dan ibadah yang wajib, maka niscaya Allah akan beri kenikmatan yang lainnya. Syukurilah nikmat sehat sebelum datang sakit. Ingatlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ ، وَفِرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ، وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: waktu mudamu sebelum masa tuamu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum waktu fakirmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Al Hakim dalam Al Mustadrok, 4/341, dari Ibnu ‘Abbas. Hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)

CERIANYA HATI

Hati yang bahagia juga termasuk nikmat. Meskipun hidup di bawah jembatan, penuh kesusahan, hidup pas-pasan, namun hati bahagia karena dekat dengan Allah, maka itu adalah nikmat. Nikmat seperti ini tetap harus disyukuri meski kesulitan terus mendera. Ingatlah letak bahagia bukanlah pada harta, namun hati yang selalu merasa cukup, yaitu hati yang memiliki sifat qona’ah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hatiu yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

DOA AGAR TETAP DIBERI KESEHATAN

Dari 'Abdullah bin 'Umar, dia berkata, "Di antara doa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“ALLOOHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI'MATIK, WA TAHAWWULI 'AAFIYATIK, WA FUJAA'ATI NIQMATIK, WA JAMII'I SAKHOTHIK” [Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu].
(HR. Muslim no. 2739).

Wallahu waliyyut taufiq. Semoga Allah senantiasa memberi kita kemudahan untuk taat padanya dan menjauhi maksiat, serta moga kita terus diberi nikmat sehat.

Referensi: Hasiyah sanadi ‘ala Ibni Majah, Asy Syamilah.


Saat istirahat di Kotagede-Jogja, 2 Sya’ban 1432 H (4/07/2011)

Sumber : http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/3483-sehat-lebih-baik-dari-kaya.html