Showing posts with label vacum cleaner. Show all posts
Showing posts with label vacum cleaner. Show all posts

Thursday, March 7, 2013

Tips Membersihkan Mobil dari Debu

Saat musim kemarau tiba, ada satu masalah yang kerap menghantui pemilik mobil, yakni serangan debu pada permukaan bodi mobil.

Jika sudah begini, maka perasaan risih langsung menyergap. Apalagi jika debunya hanyalah debu halus yang muncul ketika saat mobil diparkir. Satu-satunya jalan tentu dengan membersihkan semua debu agar tampilan mobil menjadi bersih kembali.


Ada cara praktis mendapatkan bersih maksimal. Yaitu menggunakan kemoceng atau sulak. Kemoceng sering digunakan untuk mengenyahkan debu halus tanpa harus mencuci mobil. Sehingga tenaga dan waktu pengerjaan lebih efisien.

Namun ada bebera­pa hal yang perlu diperhati­kan saat membersihkan debu. Jika debunya sudah terla­lu tebal, sebaiknya jangan menggunakan kemoceng, langsung saja cuci dengan air dan sabun.

Jika debu terlampau tebal, membersihkan dengan sulak hanya akan mengundang potensi gores halus. Gerakan me­nyapu permukaan dengan permukaan yang kering akan membuat debu berge­sekan dengan bodi. Gesek­an itulah yang berpotensi menimbulkan baret.

Perhatikan juga warna mo­­bil. Jika kelirnya gelap, ke­mungkinan muncul­nya ba­ret halus berbentuk sa­rang laba-laba (swirl mark) jadi le­bih besar. Sehingga, Anda ha­rus pastikan debu yang menem­pel tidak terlalu tebal.

Kemoceng yang paling baik adalah yang berbahan wool. Material ini sangat halus dan efektif menangkap debu. Jika sulit menemukan yang berbahan wool, bisa pilih material microfibre. Bahan ini cukup banyak dijual di toko alat-alat car care

Yang justru tidak direkomendasikan justru bulu ayam. Di bagian bulunya memang halus, sangat halus, tapi bahaya datang dari batangnya yang bersifat keras. Ada kemungkinan batang menggores saat bersentuhan dengan bodi.

Inilah beberapa langkah yang harus diperhatikan saat menggunakan kemoceng.

-Jauhkan gagang dari permukaan bodi. Jika ujungnya terkena bodi maka dapat menggores permukaan.
-Jangan ditekan. Cukup seka ujung bulu kemoceng ke permukaan bodi.
-Lakukan gerakan satu arah. Misalnya dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Gerakan bolak-balik berbentuk kipas sangat berpotensi menimbulkan baret.

Tuesday, February 5, 2013

Tips Cegah Efek Buruk Air Hujan

Saat Musim hujan seperti sekarang ini, semua bagian bodi mobil yang dibuat dari pelat besi berisiko terserang korosi. Kecuali mobil Anda menggunakan aluminium sebagai bahan pembuat bodinya. 

Celakanya, air hujan bisa masuk ke celah-celah dan sudut bodi yang kurang mendapat perhatian. Dan air ini akan lebih lama bersarang jika terdapat kotoran seperti pasir yang membuatnya lebih susah kering. Jika dibiarkan, air ini akan menimbulkan oksidasi dan selanjutnya berubah menjadi karat.
Cara paling mudah mencegah karat di mobil adalah dengan mencucinya secara teratur. Minimal seminggu sekali, atau dalam musim hujan seperti sekarang, seminggu dua kali. Dengan mencuci teratur, kotoran akan hilang dan air lebih mudah mengering. 

Selain itu, oksidasi atau bercak juga bisa timbul pada permukaan cat. Air hujan yang dibiarkan lebih dari 24 jam akan berpotensi memunculkan water spot. Jika water spot ini dibiarkan, lama kelamaan akan berubah menjadi acid spot. Selain membuatnya sangat sulit atau bahkan tak bisa dihilangkan, spot ini akan mengurangi kekuatan cat melindungi bodi. Dan jika cat sampai pecah, pelat besi pun akan langsung terkena udara lembab serta air, dan selanjutnya akan timbul karat. 

Di samping air hujan, kotoran burung, getah pohon, asap knalpot dan kawasan pantai juga merupakan senyawa yang sangat berbahaya bagi cat mobil Anda. Berikut beberapa tips ringan untuk mencegah munculnya karat: 

1. Cucilah kendaraan Anda jika habis kena air hujan
2. Lap pakai kain bersih hingga benar-benar kendaraan Anda kering
3. Poles mobil dan bubuhkan wax  agar air tak mudah menempel, sekaligus memberi perlindungan tambahan pada bodi mobil.
4. Cucilah paling tidak 2 minggu sekali di tempat pencucian mobil agar kotoran di kolong tersingkir