Monday, July 15, 2013

Warga Buka Kotak Sumbangan Amal Untuk Orang Miskin Di Rumah Penemu Ular Berkepala Manusia


Pengunjung terus berdatangan dari berbagai penjuru Aceh Utara, Lhokseumawe dan Aceh Timur untuk melihat makhluk aneh seperti jenglot di Desa Teupin Kuyuen, Seunuddon, Sabtu 13 Juli 2013. Saat ini jenglot itu disimpan dalam aquarium kaca.

Meski makhluk itu mulai mengeluarkan bau menyengat seperti bau bangkai, namun tidak menyurutkan keinginan warga melihat dari jarak dekat.

Warga Teupin Kiyuen, Seunuddon, Aceh Utara memasang tali nilon hitam di bagian depan rumah Safiah, yang menemukan jenglot tersebut. Warga juga telah menyediakan lokasi parkir sepeda motor dan mobil sebagai bisnis dadakan. Parkir sepeda motor Rp5 ribu dan mobil mencapai Rp8 ribu per unit.

Di lokasi juga disediakan kotak sumbangan dari kardus bekas mi instan. Kotak itu bertuliskan, “Sumbangan Untuk Orang Miskin”.

Terlihat juga beberapa mobil mulai terparkir rapi. Mulai dari mobil pick-up yang membawa rombongan pengunjung dari Aceh Timur hingga sejumlah mobil mewah

Warga Seunuddon Aceh Utara Temukan Ular Berkepala Manusia ( Jenglot )


Foto : Ular Berkepala Manusia ( Jenglot ) Yang Di Temukan Safiah, 39 tahun, saat sedang mengambil perangkap ikan (bube) di kawasan tambak Desa Teupin Kiyuen, Seunuddon.

Aceh Utara - Sesosok makhluk berbentuk ular aneh dengan kepala ukuran kecil dan bertaring ditemukan warga di Desa Teupin Kiyuen, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Jumat 12 Juli 2013 pukul 18.30 WIB.

Makhluk aneh yang lebih dikenal dengan sebutan jenglot itu ditemukan oleh Safiah, 39 tahun, saat sedang mengambil perangkap ikan (bube) di kawasan tambak Desa Teupin Kiyuen, Seunuddon.

Amat, 32 tahun, warga Lhoksukon yang kebetulan singgah ke rumah ayahnya di Seunuddon yang juga tetangga dekat Safiah mengatakan ia mendengar dari warga ada temuan jenglot yang saat ini disimpan di belakang rumah Safiah.

“Karena penasaran saya pun datang melihat langsung. Setelah saya teliti makhluk aneh itu menyerupai jenglot. Kata Safiah, jenglot itu disimpan di belakang rumah karena takut berhubung suami tidak ada di rumah. Sedangkan ia memiliki anak yang masih kecil,” ujar Amat.

Di lokasi, jenglot yang menghebohkan warga Aceh Utara dan Lhokseumawe ini tidak memiliki kaki dan bentuk tubuhnya menyerupai ular kobra serta bersisik. Ekor melingkar dengan panjang sekitar 15 centimeter. jenglot itu memiliki taring dan berambut panjang kuning keemasan.

Terlihat juga beberapa kukunya telah patah. Di beberapa bagian tubuhnya juga terdapat luka. Jenglot itu sama sekali tidak bergerak.

Hingga tengah malam (red-Jumat) warga terus berdatangan ingin melihat langsung makhluk aneh tersebut, namun Safiah menyarankan untuk kembali Sabtu pagi. Saat ini jenglot itu disimpan di dalam ember hitam tua dan ditaruh di belakang rumah Safiah.

Walikota Lhokseumawe dan Supir Keroyok Warga


*Pasca insiden kemarin, pelipis mata kiri sopir walikota, sobek berdarah. Selanjutnya pada malam itu juga dibawa kerumah sakit untuk berobat

LHOKSEUMAWE - Prilaku Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya memang tak patut ditiru. Sebagai pejabat publik, ia seharusnya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat, namun tidak demikian halnya dengan peristiwa yang terjadi kemarin malam. Suaidi bersama supir mobil dinasnya, mengeroyok seorang warga di depan warung kopi. Naasnya lagi, baku hantam tersebut terjadi tepat di saat bulan Ramadhan.

Menurut keterangan dihimpun , insiden baku pukul ini berlangsung Rabu (10/7) malam sekira pukul 23.00 WIB, di depan warung kopi 56, Jalan Baru Lhokseumawe. Bentrok tiga pria itu dikatakan dipicu akibat persoalan celana Levis 501.Informasi yang diterima, pada malam itu, seorang warga berinisial Zb alias Bk, warga Kandang, Muara Dua, mendatangi walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Ia tampak berusaha masuk ke dalam mobil dinas, dengan menanyakan janji walikota mengenai pemberian celana jeans merk levis 501. Namun karena Suaidi ingkar dan langsung masuk ke kdendaraan, membuat Zb alias Bk naik pitam. Pria ini kemudian marah dan memukul mobil Walikota.

Karena merasa terusik, sopir walikota yakni Pin langsung turun dan memukul Bk. Tak mau dijadikan bulan-bulan, BK lantas membalas sampai terjadi duel. Melihat perkelahian tersebut, walikota Lhokseumawe ikut turun dari mobil dan menghajar korban. Pergulatan seru dan pengeroyokan terjadi dua lawan satu.

“Pasca insiden kemarin, pelipis mata kiri sopir walikota, sobek berdarah. Selanjutnya pada malam itu juga dibawa kerumah sakit untuk berobat,” kata saksi mata kepada Metro Aceh. Sementara walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, ketika dikonfirmasi menyangkut kejadian tersebut, nomor telepon selulernya tidak aktif dan hingga berita ini di turunkan belum ada jawaban SMS. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Ruslan, ketika wartawan menghubungi.

Sementara Kapolsek Banda Sakti Iptu Ichsan mengaku tidak tahu kejadian tersebut, dikarenakan belum ada laporan ke pihaknya. Namun info tersebut diketahui masih sebatas dari pesan yang masuk dari warga.
“Saya tidak tahu kejadian itu, karena belum ada laporan dari korban atau dari pihak lainnya, namun demikian kami akan coba telusuri,” ujar Iptu Ichsan.

RUU Aparatur Sipil Negara Hapus Total Jatah Rekruitmen Pegawai Honorer


* Aturan ini tidak lagi mencantumkan tenaga kerja honorer sebagai tenaga perbantuan di lingkungan pemerintahan.

Jakarta - Pemerintah akhirnya menyelesaikan pembahasanRancangan Undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara (RUU APN).

Di dalam pasal aturan baru ini hanya memasukkan unsur Pegawai Negara Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Jadi yang kedua ini diangkat oleh pejabat negara sesuai ketentuan berlaku, sesuai kebutuhan dan dalam jangka waktu tertentu, bisa satu, dua, tiga tahun. Jadi tidak ada lagi yang honorer, jadi selalu cuma ada dua macam, PNS dan PPPK," jelas Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar di Istana Negara, Kamis (11/7).

Tak hanya itu, aturan ini juga mengatur mengenai promosi jabatan dengan sistem lelang jabatan ala Jokowi. Setiap calon pejabat eselon I dan II akan diuji terlebih dahulu kompetensinya berdasarkan beberapa hal.

"Harus diuji dulu kompetensinya, kompetensi pribadi, kompetensi pekerjaan dan manajemen manusia. Kemudian dilihat track recordnya, lulus atau tidak," tandasnya.

Relawan KSR PMI Ar-Raniry Bertahan Lebih Lama di Lokasi Gempa Gayo


Takengon - KSR unit 02 PMI IAIN Ar-Raniry Banda Aceh turun ke lokasi gempa di desa Blang Mancung, Aceh Tengah untuk melaksanakan sejumlah kegiatan kemanusian. Adapun tim yang tergabung dalam korp sukarela ini terdiri dari tim evakuasi, distribusi, dan tim dapur umum.

"Hari ini kita kerahkan untuk tahap evakuasi korban bencana. Untuk besok kita akan distribusikan bantuan-bantuan yang berhasil dikumpulkan melalui Dompet Dhuafa," jelas Mahmudin Aifa, Komandan KSR PMI unit 02 IAIN Ar-Raniry (11/7/2013) kepada The Globe Journal.

Berdasarkan perencanaan, KSR PMI unit 02 ini akan melakukan bakti kemanusiaan selama satu minggu, terhitung tanggal 10 sampai dengan 17 Juli mendatang. "Kita rencanakan selama satu minggu, tapi kita lihat dulu kondisi disini. Jumlah relawan kini semakin berkurang, jadi ada kemungkinan juga akan kita perpanjang masa bakti disini," sambung Mahmudin.

Selain melakukan kegiatan evakuasi, distribusi bantuan dan dapur umum, tim yang keseluruhannya berjumlah 30 orang relawan ini juga bergabung dengan Rumah Psico Anak. Kegiatan yang diisi para relawan di Rumah Psico Anak ini diantaranya menghibur anak-anak korban gempa dengan berbagai macam permainan. Mulai dari bermain teka teki hingga bernyanyi.

"Selain untuk menghibur, kegiatan ini juga untuk melalaikan ibadah puasa anak-anak," ungkap Herly Priatna sore tadi di Rumah Psico Anak.